Ads - After Header

Diduga Abaikan Spesifikasi, Proyek Cor Beton Di Graha Artha Sindang Jadi Sorotan

AAG

Mediajabar.id – INDRAMAYU

Tim media melakukan investigasi lapangan terhadap pelaksanaan proyek revitalisasi jalan beton yang infomasi di lapangan yang di dapat katanya “ini proyek dari aspirasi DPR RI Fraksi PKS” di Perumahan Graha Arta, pengakuan salah satu pekerja. Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, pada Selasa (13/8/2026).

Berdasarkan hasil pemantauan di lokasi, tim media tidak menemukan papan informasi proyek yang lazim dipasang sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada masyarakat ( KIP). Ketiadaan papan proyek tersebut membuat publik tidak dapat mengetahui besaran anggaran, volume pekerjaan, sumber pendanaan, maupun waktu pelaksanaan proyek.

Selain itu, dari hasil pengamatan di lapangan, pekerjaan cor beton disebut dilakukan secara manual, dengan menggunakan molen yang tidak bisa dipastikan takaran campuran adukan untuk gelaran beton tersebut. Tim media juga menilai ketebalan gelaran beton diduga hanya sekitar 10 cm. Namun, penilaian mengenai kesesuaian pekerjaan dengan spesifikasi teknis tetap memerlukan verifikasi dari pihak dinas terkait, dan konsultan yang menangani dokumen perencanaan proyek tersebut.

Banyak kejanggalan dan ketidak sesuaian pada pekerjaan tersebut, dugaan tidak sesuai dengan spesifikasi dan Beststek layaknya untuk pekerjaan cor beton jalan. Dengan lebar 3 Mtr dan panjang 100 Mtr, bagaimana dengan kekuatan cor jalan itu.

Selain itu aspek keselamatan kerja juga menjadi sorotan. Sejumlah pekerja terlihat tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) yang memadai, seperti rompi keselamatan maupun perlengkapan kerja lainnya yang semestinya digunakan demi meminimalkan risiko kecelakaan kerja.

Saat dikonfirmasi di lokasi, mandor atau pelaksana proyek menjelaskan bahwa papan informasi proyek belum sempat dipasang karena para pekerja masih fokus menyelesaikan proses pengecoran.

Meski demikian, ketiadaan papan informasi proyek memunculkan pertanyaan mengenai pelaksanaan prinsip transparansi dalam penggunaan anggaran publik. Masyarakat berharap seluruh proyek yang dibiayai oleh uang negara dilaksanakan secara terbuka, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait maupun pihak pelaksana mengenai nilai anggaran, volume pekerjaan, serta spesifikasi teknis proyek tersebut.

Baca Juga:

Bagikan:

AAG

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer