Ads - After Header

Dari Tanah Suci Menuju Keabadian, Jamaah Haji Indramayu Wafat Saat Penerbangan Pulang

AAG

mediajabar.id – INDRAMAYU

Duka menyelimuti kepulangan jamaah haji Kabupaten Indramayu. Seorang jamaah haji yang tergabung dalam Kloter 21 Embarkasi Kertajati dilaporkan wafat di atas pesawat saat perjalanan dari Jeddah menuju Bandara Kertajati, Jawa Barat.

Jamaah haji yang meninggal dunia diketahui bernama Kunengsih binti Tasba Sangid (60), warga Blok Bukit Jati RT 13 RW 06, Desa Leuwigede, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu. Almarhumah mengembuskan napas terakhir di dalam pesawat Saudi Airlines nomor penerbangan SV 5185 yang membawa rombongan jamaah haji pulang ke Indonesia.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sesama jamaah, peristiwa tersebut terjadi tidak lama setelah pesawat lepas landas dari Bandara Jeddah. Saat itu, Kunengsih masih terlihat sehat dan sempat berbincang dengan jamaah lainnya.

“Pesawat baru saja take off dan sudah berada di atas Laut Arab. Ibu Kunengsih masih banyak ngobrol dengan jamaah lain. Tiba-tiba beliau wafat. Kemungkinan karena kelelahan,” ujar salah seorang jamaah yang menyaksikan kejadian tersebut.

Kabar wafatnya jamaah asal Indramayu itu dibenarkan Kepala Kantor Urusan Haji dan Umrah Kabupaten Indramayu, H. Effendi. Ia mengatakan seluruh prosedur penanganan jenazah langsung dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku setibanya pesawat di Indonesia.

“Benar, ada satu jamaah haji asal Kabupaten Indramayu yang wafat dalam perjalanan pulang. Setelah pesawat tiba, petugas kesehatan haji Embarkasi Kertajati langsung melakukan penanganan sesuai prosedur,” kata Effendi.

Menurutnya, jenazah terlebih dahulu dibawa ke rumah sakit rujukan untuk dilakukan pemeriksaan medis guna memastikan kondisi dan penyebab kematian sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

“Jenazah dibawa ke RSUD Cideres Majalengka untuk pemeriksaan. Setelah seluruh proses selesai, jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan,” jelasnya.

Sementara itu, pihak keluarga mengaku rutin berkomunikasi dengan almarhumah selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci. Komunikasi tersebut dilakukan untuk memantau kondisi kesehatan Kunengsih yang memang sempat mengalami gangguan kesehatan sebelum keberangkatan.

Kerabat almarhumah, Darsono, mengungkapkan bahwa kondisi kesehatan Kunengsih sejak awal memang menjadi perhatian keluarga. Namun berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan, almarhumah dinyatakan memenuhi syarat untuk menunaikan ibadah haji.

“Ibu Kunengsih memang sebelumnya sering sakit-sakitan. Sebelum berangkat juga kondisi kesehatannya sempat menurun. Tetapi dokter menyatakan beliau layak berangkat dan telah mengantongi surat istito’ah,” ujar Darsono.

Meski diliputi duka mendalam, keluarga menerima peristiwa tersebut dengan ikhlas. Mereka meyakini almarhumah telah menuntaskan rukun Islam kelima dan wafat dalam perjalanan pulang setelah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.

Kepergian Kunengsih menjadi pengingat bahwa perjalanan ibadah haji merupakan rangkaian ibadah yang membutuhkan kesiapan fisik dan mental yang kuat, terutama bagi jamaah lanjut usia. Almarhumah kini berpulang setelah menyelesaikan panggilan sucinya, meninggalkan duka bagi keluarga dan rekan-rekan jamaah yang menyaksikan detik-detik terakhir kehidupannya.

Baca Juga:

Bagikan:

AAG

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer