Ads - After Header

Balai Wartawan Dicabut Water Meter, Insan Pers Indramayu Soroti Rusaknya Sinergi Puluhan Tahun

AAG

mediajabar.id – ​INDRAMAYU

Fasilitas air bersih di Balai Wartawan Kabupaten Indramayu mengalami kendala setelah perangkat water meter yang terpasang di lokasi tersebut dilaporkan hilang. Kejadian ini memicu kekecewaan sejumlah wartawan yang berkantor di sana, karena berdampak langsung pada aktivitas harian, termasuk kebutuhan air untuk beribadah.

​Kehilangan perangkat tersebut diketahui pertama kali oleh wartawan saat hendak melaksanakan salat zuhur, Kamis (02/07/2026). Air yang biasanya mengalir di tempat wudhu mendadak mati.

​”Saat hendak wudhu, air tidak mengalir. Kami terpaksa memanfaatkan sisa air yang ada di bak mandi ruangan,” ujar Duliman, salah satu wartawan yang beraktivitas di Balai Wartawan.

​Senada dengan Duliman, Abdul Gani mengungkapkan bahwa hingga Senin lalu, aliran air masih berfungsi normal. “Air di sini biasanya digunakan untuk wudhu dan kebutuhan operasional sehari-hari. Kami kaget karena saat diperiksa, perangkat water meter yang sudah terpasang puluhan tahun itu sudah tidak ada di tempatnya,” ungkapnya.

​Menyoal Sinergitas dan Kebijakan Tagihan

​Hilangnya water meter ini dikaitkan oleh para wartawan dengan dinamika hubungan antara komunitas pers dengan pihak Perumdam Tirta Darma Ayu Indramayu belakangan ini. Para wartawan menyebut, selama ini terdapat kebijakan baru terkait penagihan air bersih yang dinilai tidak sejalan dengan tradisi sinergitas yang telah dibangun sejak tahun 1987.

​Ketua PWI Indramayu, Dedy S. Musashi, bersama Ketua PWRI Kabupaten Indramayu, Sonny, menyatakan bahwa sejak masa pemerintahan Bupati H. Jahari hingga masa kepemimpinan Bupati Nina Agustina, penggunaan air di Balai Wartawan merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah melalui PDAM sebagai bentuk sinergitas antarlembaga.

​”Kami sudah berupaya menjelaskan historis dan makna sinergitas ini kepada pihak Perumdam. Namun, kebijakan penagihan tetap dilakukan. Kami menyayangkan sikap manajemen Perumdam yang terkesan menutup ruang komunikasi terkait hal ini,” ujar Dedy.

​Sonny menambahkan, para wartawan berharap pihak manajemen Perumdam Tirta Darma Ayu, khususnya Direktur Utama Nurpan, dapat lebih membuka diri terhadap fungsi media sebagai mitra strategis pemerintah daerah.
​”Sejak kepemimpinan direksi-direksi sebelumnya, selalu ada pemahaman yang baik mengenai sinergitas dengan media. Kami berharap ada dialog yang lebih persuasif daripada tindakan sepihak seperti pencabutan water meter ini,” tambahnya.

​Terkait dugaan adanya perintah dari pihak Direksi Perumdam Tirta Darma Ayu mengenai penagihan dan pencabutan tersebut, pihak wartawan sebelumnya telah mencoba meminta klarifikasi kepada Humas Perumdam, Sutoni. Dalam keterangannya saat itu, Sutoni menyatakan bahwa pihaknya menjalankan tugas sesuai instruksi pimpinan.

​Hingga berita ini diturunkan, pihak Direktur Utama Perumdam Tirta Darma Ayu, Nurpan, belum memberikan tanggapan resmi terkait insiden pencabutan water meter maupun keluhan mengenai kebijakan penagihan di Balai Wartawan.

​Para wartawan berharap ada penyelesaian secara kekeluargaan dan komunikasi yang lebih baik antara pihak Perumdam dengan insan pers di Indramayu agar pelayanan publik tetap terjaga dengan harmonis.

Baca Juga:

Bagikan:

AAG

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer