Ads - After Header

Versi Lapangan Berbeda, Warga Sebut H. Aman dan Anaknya Justru Menjadi Korban

AAG

Mediajabar.id – INDRAMAYU

Narasi dugaan pengeroyokan terhadap H. Aman dan anaknya di Desa Widasari, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu, mulai mendapat bantahan keras dari warga.

Sejumlah warga yang mengetahui persoalan tersebut menegaskan, cerita yang beredar dinilai tidak menggambarkan kejadian secara utuh. Warga justru menyebut H. Aman dan anaknya diduga menjadi pihak yang mengalami tindakan kekerasan, berupa dijambak dan diseret oleh seseorang yang disebut sebagai orang asing.

“Malah H. Aman dan anaknya yang dijambak dan diseret oleh orang asing tersebut. Jadi jangan dibalik ceritanya seolah-olah mereka mengeroyok. Kami melihat sendiri persoalannya tidak sesederhana yang diberitakan.” ujar seorang warga Widasari.

Pernyataan tersebut menjadi sorotan karena tuduhan pengeroyokan bukan perkara ringan. Jika sebuah peristiwa disebut sebagai pengeroyokan, maka harus ada pembuktian yang jelas mengenai siapa yang melakukan, bagaimana kronologinya, siapa yang terlibat dan apa alat buktinya.

“Kalau memang benar pengeroyokan, silakan buktikan. Tapi kalau faktanya justru H. Aman dan anaknya yang dijambak serta diseret, jangan sampai korban malah dibuat seolah-olah menjadi pelaku.” tegas warga.

Warga meminta aparat kepolisian tidak terjebak pada perang narasi. Seluruh pihak yang berada di lokasi harus diperiksa secara objektif, termasuk orang yang disebut warga sebagai pihak asing tersebut.

Menurut Rosidi salah satu warga, fakta di lapangan harus ditempatkan di atas opini. Sebab, satu tuduhan yang tidak dibuktikan secara utuh berpotensi membentuk persepsi publik yang keliru dan merugikan pihak tertentu.

“Kami tidak mau ada yang kebal hukum, tetapi kami juga tidak mau ada orang yang dikorbankan oleh cerita sepihak. Periksa semuanya, buka kronologinya, dan jangan berhenti pada satu versi saja.” katanya.

Warga juga menyerukan agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi konflik baru. Mereka meminta penyidik bekerja profesional dengan mengumpulkan keterangan para saksi dan bukti yang ada sehingga siapa yang benar-benar melakukan kekerasan dapat diketahui secara terang.

Kini publik menunggu langkah aparat penegak hukum. Apakah benar terjadi pengeroyokan sebagaimana tuduhan yang beredar, atau justru H. Aman dan anaknya yang menjadi korban tindakan kekerasan? Jawabannya harus lahir dari fakta dan alat bukti, bukan dari adu cerita.

Baca Juga:

Bagikan:

AAG

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer