mediajabar.id – INDRAMAYU
Dugaan praktik eksploitasi remaja wanita berkedok lowongan kerja kembali bikin geger masyarakat. Seorang anak dibawah umur asal Cirebon diduga menjadi korban jebakan sadis setelah dijanjikan pekerjaan di sebuah kafe, namun justru disebut “dijual” oleh Nv sebagai joki kepada pria hidung belang demi memuaskan nafsu bejat di salah satu kosan Desa Pabean Udik.
Korban T awalnya dijanjikan pekerjaan sebagai pelayan kafe dengan iming-iming gaji besar dan kehidupan lebih baik. Namun harapan itu berubah menjadi mimpi buruk. Sesampainya di lokasi, korban diduga diarahkan untuk melayani pria-pria hidung belang.
Ironisnya, korban disebut tidak bisa berbuat banyak karena berada dalam tekanan dan intimidasi dari pihak yang mengatur aktivitas tersebut. Dugaan praktik kotor ini pun langsung memancing kemarahan warga dan Lurah setempat.
“Awalnya dijanjikan kerja normal, ternyata malah dijebak masuk ke lingkungan seperti itu. Ini sudah sangat keterlaluan,” ujar sumber T.
Warga menilai modus seperti ini sangat berbahaya karena menyasar anak dibawah yang sedang mencari pekerjaan dan terdesak kebutuhan ekonomi. Mereka mendesak aparat penegak hukum tidak tinggal diam dan segera memburu Nv (joki) yang diduga menjadi dalang perekrutan.
Ketua Ormas WN88, Irsyad ikut mengecam keras dugaan praktik tersebut. Ia menyebut tindakan itu bukan lagi sekadar penipuan kerja, melainkan sudah mengarah pada dugaan eksploitasi manusia.
“Kalau dugaan ini benar terjadi, kami dari WN88 mengecam keras praktik biadab berkedok penyaluran kerja seperti ini. Jangan sampai ada perempuan dijebak, lalu dieksploitasi demi keuntungan segelintir orang tidak bertanggung jawab. Aparat penegak hukum harus bergerak cepat, usut tuntas dan tangkap siapa pun yang terlibat,” tegas Ketua Ormas WN88.
Ia juga meminta aparat membongkar jaringan di balik modus perekrutan tersebut agar tidak terus memakan korban.
“Ini bukan sekadar modus penipuan kerja biasa, tapi sudah menyangkut dugaan perdagangan dan eksploitasi manusia. Pelakunya jangan diberi ruang. Kami minta kasus ini dibongkar sampai ke akar-akarnya agar tidak ada korban berikutnya,” lanjutnya.
Kasus ini kini menjadi sorotan masyarakat dan memicu keresahan luas. Warga berharap aparat segera turun tangan sebelum semakin banyak perempuan muda menjadi korban modus lowongan kerja palsu yang berujung eksploitasi.


