Mediajabar.id – INDRAMAYU
General Manager Kilang Balongan, Yulianto Triwibowo, beserta jajaran Tim Manajemen menerima kunjungan kerja Direktorat Jenderal Pemeriksaan Keuangan Negara IV (Ditjen PKN IV) Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI).
Dalam kegiatan ini kedatangan rombongan Ditjen PKN IV BPK RI juga turut didampingi oleh Sr. System Standardization PT KPI, Alip Sugiyarto.
Memulai sambutannya sebelum sesi pemaparan dan diskusi yang digelar di Ruang Strategic Command Center, gedung Amanah Kilang Balongan, General Manager Kilang Balongan, Yulianto Triwibowo menyambut baik kunjungan dari Ditjen PKN IV ini.
Pada kesempatan tersebut Yulianto mengatakan bahwa secara umum, operasional kami berjalan dengan handal, dan kami berkomitmen penuh untuk terus menjaga kehandalan operasional ini demi menjaga pasokan energi nasional.
Dijelaskan lebih lanjut oleh Yulianto, sejalan dengan mandat Pemerintah untuk meningkatkan ketahanan energi nasional, kami telah melakukan berbagai pengembangan strategis. Pengembangan Ini salah satunya mencakup proyek peningkatan kapasitas kilang dari 125 ribu barel/hari, menjadi 150 ribu barel/hari.
“Kami telah melakukan banyak pengembangan di Kilang Balongan baik dari segi kapasitas maupun keselamatan”, ungkap Yulianto.

Ditambahkan Yulianto, pengembangan ini kami laksanakan agar keberadaan Kilang Balongan dapat terus memberikan kontribusi bagi ketahanan energi nasional serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar melalui program-program CSR perusahaan.
Sementara itu, mewakili Ditjen PKN IV, Mery Yanti selaku Pengendali Teknis, menyatakan bahwa kunjungan ini dilakukan untuk mendapatkan pemahaman yang komprehensif mengenai operasional dan bisnis di Kilang Balongan.
“Hari ini kami ingin mengetahui secara langsung kegiatan operasional dan bisnis di Kilang Balongan, termasuk di dalamnya terkait produk serta aspek teknis lainnya” ujar Mery.
Lebih lanjut, Mery menjelaskan pada dasarnya Ketahanan energi kita sudah baik, namun kemandirian energi masih perlu diwujudkan.
Selain itu, Mery menambahkan bahwa kunjungan ini juga dilaksanakan sebagai analisis mendalam pendahuluan terkait program ketahanan energi periode 2023-2025.
Area Manager Communication, Relation & CSR Kilang Balongan, Mohamad Zulkifli, menambahkan bahwa pihak Manajemen senantiasa terbuka dan siap mendukung kelancaran proses analisis oleh BPK.
“Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi kami di Kilang Balongan untuk menunjukkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan di Objek Vital Nasional yang kami jalankan”, terang Zulkifli.
Lebih lanjut Zulkifli menjelaskan sebagai bukti komitmen, Kilang Balongan telah mengadopsi dan menerapkan berbagai sistem manajemen yang berorientasi pada akuntabilitas dan keselamatan.
Sistem Manajemen ini mencakup Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) yang telah meraih predikat Emas, Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) ISO 37001, serta standar internasional lainnya terkait mutu dan lingkungan.
Setelah sesi pemaparan materi mengenai profil perusahaan, proses bisnis, hingga kontribusi Kilang Balongan dalam menjaga stabilitas pasokan BBM untuk wilayah DKI Jakarta, Banten, dan sebagian Jawa Barat kegiatan kemudian diakhiri dengan tinjauan lapangan ke beberapa fasilitas utama di dalam kilang.